Beranda > Hikmah > Kasih Seorang Istri

Kasih Seorang Istri

Al-Asma’i adalah seorang menteri pada masa Khilafah Harun ar-Rasyid. Suatu saat ia berburu bersama para prajuritnya ke padang pasir untuk melepas rasa lelah dan bosan. Saat itulah ia terpisah dari rombongan. Di tengah rasa haus dan lelah yang mendera, Al-Asma’I mendapati sebuahkemah. Ternyata di dalam kemah itu terdapat seorang wanita yang muda lagi cantik.

Melihat kemunculan Al-Asma’i, wanita itu mempersilahkan masuk dan memintanya duduka agak menjauh darinya. Al-Asma’I berkata, “Namaku Al-Asma’i. Tolong beri aku air minum.” Wajah wanita itu berubah, ia menjawab: “ Sungguh, aku tidak dapat memberikan air minum sedikitpun kepadamu, sebab suamiku tidak mengizinkankum memberikan air kepada siapapun. Namu aku punya bagian minuman pagi hari, yaitu susu. Silakan diminum”. Al-Asma’i segera minum dengan rakusnya, sementara wanita itu mulai diam seribu bahasa.
Tiba-tiba muka wanita itu kembali berubah. Ia melihat seseorang datang. “Suamiku datang” katanya. Ia lantas mengambil air dan keluar dari kemahnya. Ternyata suaminya sudah tua, buruk mukanya, dan hitam kelam. Wanita cantik tersebut membantu si kakek turun dari ontanya, membasuh kedua tangan dan kakinya dengan penuh kesetiaan, dan mengiringinya masuk ke kemah. Kakek tua itu ternyata buruk perangainya. Ia tidak menegur Al-Asma’I dan memperlakukan istrinya dengan kasar. Melihat itu Al-Asma’i menjadi sangat benci dan segera pamit.
Ketika wanita itu mengantaar keluar kemah, al-Asma’I berkata;”Saya menyesali keadaanmu. Kamu sangat bergantung kepada orang sejelek dia. Untuk apa? Karena hartanya? Sedangkan ia orang miskin. Karena akhlaknya? Padahal perangainya sangat buruk. Atau, kamu tertarik kepadanya karena ketampanannya? Padahal , ia seorang tua yang buruk rupa. Mengapa kamu tertarik kepadanya?
Wajah wanita itu pucat pasi. Lalu ia berkata denag suara begitu keras,”Hai Asma’I ! akulah yang menyesali keadaanmu. Aku tidak menyangka sama sekali anda berusaha menghapuskan kecintaanku kepada suamiku dengan jalan mejelek-jelekan suamiku.”
“Wahai Asma’i! tidakkah kau tau mengapa aku melakukan semua ini? Aku mendengar nabi yang mulia bersabda:”Iman itu setengah syukur dan yang setengahnya sabar” . Aku bersyukur kepada Allah karena dia telah menganugrahkan kepadaku kemudaan, kecantikan, dan akhlak yang baik. Aku ingin menyempurnakan yang setengah imanku dengan kesabaran dalam berkhidmad kepada suamiku.
Mendengar ucapan wanita itu Asma’I, diam seribu bahasa.

Kategori:Hikmah
  1. ude
    Mei 14, 2010 pukul 3:13 am

    subhanalloh,, tdk mudah mendaptkan wanta solihah spt itu

  2. Mei 15, 2010 pukul 4:52 pm

    yach mudah-mudahan mas iman dapat istri shalihah

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: